Tampilkan postingan dengan label Short Stories. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Short Stories. Tampilkan semua postingan
Senin, 05 Mei 2014 | By: Choliday_21

Peran Protagonis DJBC dalam Pertumbuhan Ekonomi Perbatasan

Apa kabar pintu gerbang negara kita.? Wilayah perbatasan Indonesia dengan negara tetangga sudah terlalu lama menyalakan lampu kuning dan sudah sepatutnya menjadi perhatian kita. Wilayah perbatasan yang lokasinya terpencil selama ini seolah dianaktirikan terutama dari aspek Ekonomi, menyusul aspek lain seperti Sosial Budaya, Pertahanan dan Keamanan, Politik, bahkan Ideologi. Menengok ke halaman negara tetangga, Masyarakat di daerah perbatasan seolah diperbolehkan untuk merasa iri dengan hijaunya halaman negara tetangga seperti malaysia yang bahkan lebih banyak memasok kebutuhan masyarakat kita di daerah perbatasan dari pada pasokan kebutuhan dari wilayah lain Indonesia, kesenjangan Sosial ekonomi ini setidaknya menghadirkan gambaran bahwa ada hal-hal yang perlu kita benahi.

sumber gambar : http://zone-klik.blogspot.com/
Gambar 1: Kondisi Jalan sepanjang 90 kilometer menuju perbatasan Indonesia-Malaysia di Sintang


sumber gambar : http://zone-klik.blogspot.com/
Gambar 2: Perkampungan di Malaysia, bersih dan rapi
Sabtu, 04 Januari 2014 | By: Choliday_21

Ikhlas, Saya Berharap yang Lebih Besar dari Tuhan

Alhamdulillah, kembali memiliki kemampuan mengatasi malas untuk menuliskan sesuatu di depan laptop. Sudah baca judul di atas kan.? Begini kisahnya...

Sudah 2 bulan yang lalu, ketika saya pastikan bahwa flashdisk saya hilang. Hilang dimana.? Entahlah, namanya juga hilang. Waktu itu saya mengikuti diklat Ms. Office di Balai Diklat Keuangan Malang, entah saya sangat yakin bahwa pagi itu saya telah membawa flashdick tersebut dalam tas.


Hari ke-3 Diklat, mulailah saya membutuhkan benda berharga itu untuk meng-copy beberapa materi diklat, dengan keyakinan penuh bahwa flashdisk itu ada saya membuka tas, dan hasilnya sejak saat itu saya tahu bahwa flashdisk mungil itu hilang. Kucari kesana kemari, di tas yang ini dan yang itu namun tidak ketemu, mampus dah aku.
Rabu, 04 Desember 2013 | By: Choliday_21

"CANGAR", Dingin tapi Panas

Haloooooo...! Selamat pagi..!! ini adalah tulisan tentang perjalanan saya ke Pemandian Air Panas di Cangar. Meskipun sudah 2,5 tahun berada di Malang saya belum pernah sekalipun menyentuh yang namanya cangar ini, dan akhirnya kali ini berhasil juga touched down di pemandian air panas yang konon airnya memiliki ribuan, ratusan, puluhan, atau pun berapa sajalah manfaat.

Foto di perjalanan menuju Cangar
Kamis, 10 Oktober 2013 | By: Choliday_21

“...tapi Aku ini Ayahmu, Nak”

Hello Thursday,

Waduhhh tiba-tiba kambuh nihhh kemaren pengen jalan-jalan dan maen game di mall gara-gara hari sebelumnya digodain sama teman saya Presda yang katanya main game di timezone itu asyik pake beuudd. Apa daya tak tahan dengan tuntutan rasa ingin ini, saya pun berangkat bersama teman-teman saya, si Badrun dan mbak Mila. Akhirnya sampailah di MATOS, dan tau apa yang kita lakukan setelah sampai di timezone..? yaaa kita hanya terpelongo melihat beberapa anak kecil yang dengan wezzz wezzz nya mengutak atik setiap tombol game dan kita pun kikuk karena tidak tahu bagaimana cara bermainnya..heee.., akhirnya tujuan utama pun hancur, kita tidak jadi main game dan balik kanan menuju Gramedia.


Jumat, 26 April 2013 | By: Choliday_21

A Dream of Wedding


Selama 21 tahun lebih saya hidup sudah tak terhitung dan tak terekam di memori berapa kali saya bermimpi, mulai dari mimpi horor, mimpi yang sangat menyenangkan, mimpi panas, mimpi dingin, mimpi hitam, mimpi putih, mimpi kering, bahkan mimpi basah..(cowok-only) heee.., nah ceritanya nih yee semalam aku mimpi (24-25/04/2013), baru pertama kali ni anee mimpi yang kayak ginian, bingung banget saat terbangun dari tidur dan hanya menyadari bahwa itu hanya mimpi sambil tersenyum aneh saat liat jam tangan menunjukan pukul 02:00 WIB.

Damnnn confusing...! Nahh, sebelum tidur emang saya bilang sama si “dia”. “Ehh.., malem ini aku mau mimpiin kamu”. Sekitar jam 9 malem kayaknya aku udah Off dan menuju dunia tidurku. Jrenggg..jreengg dimulailah petualangan dunia mimpiku.
Selasa, 15 Januari 2013 | By: Choliday_21

GOD's Smart Solution


Karena Allah yang mengatur. Sebuah kejadian yang God Planned banget. Hari Sabtu, 12 Januari 2013. Sore itu saya dan teman saya (Sadam Febriansyah) dengan modal Nekat dan Niat memutuskan untuk menghadiri undangan walimahan salah satu rekan kami di Surabaya J. Dengan hanya sebaris tulisan “Griya Kebaron Utara IX AN-17, Karang Pilang, Surabaya” kami meluncur dari kota malang dengan sepeda motor MIO ab*l-ab*l milik Sadam (maaf Dam..hee) sementara kami sama-sekali buta peta surabaya yang luar biasa rumit.

Kami berangkat sekitar jam 17:15 WIB. Baru satu kilometer meluncur dari Arjosari kami langsung disambut kemacetan, truck dan kontainer adalah pemerannya. Sesaat aku bertanya pada Sadam...”gimana kalo nyampenya ga jam 7..?”...”wahh gapapa Ad, toh paling acaranya sampe jam 9-an”. Jawab sadam meyakinkan. Memang estimasi awal kita Malang-Surabaya ga sampe 2 jam by Motorcycle.

Greenggg...weenggg.., kami terus semangat dan masih melawan kemacetan. Aktor ketiga mulai memberi ancaman, titik-titik air mulai menempel di kaca helm kami tapi entah mengapa kami tidak berpikiran bahwa hujan akan turun jadi kami tetap melanjutkan perjalanan, sesaat aku berkata pada sadam “semoga laju hujannya lebih cepat dari laju sepeda motor kita ke arah surabaya” karena sampai saat itu kami hanya mencicipi rintik-rintik butiran sisa hujan. Sampai sekitar 5 km setelah itu hujan pun akhirnya menunjukan ancamannya..byurrrrrrrr..

“Damn, kamu ada jas hujan ga..?” tanyaku
“Ada fuu.., tapi Cuma satu jas hujan egois.. L”.

Tidak ada pilihan lain kami pun mencari tempat berteduh.., sadam mulai bermanufer ke arah pom bensin.., setelah masuk pom bensin ternyata oohhh shitttt pom bensinnya elek-elek.an, ga ada lagi tempat berteduh..fullll L, “Ayooo terus damm lanjut cari tempat lain” Kataku dari belakang. Akhirnya sadam bermanufer ke arah emperan toko yang sudah tutup..langsung kami turun dari motor dan mulai membersihkan air yang bertengger di jaket yang kami pakai.. J, setidaknya kami mulai merelaksasikan bokong dan punggung kami yang mulai capek..haa., karena niat kami memang untuk datang dan harus sampai meski tidak tahu what challenge will be the next.

Setelah beberapa menit, kami masih menunggu hujan pergi dengan penuh harap. “Weeeennnggg” sebuah sepeda motor melaju ke arah kami ingin berteduh di emperan toko juga, sebenarnya bukan berteduh sih tapi Cuma mau pake jas hujan saja. Setelah waktu yang tidak lama kemudian..haa, Inilah dia, sebuah SMART SOLUTION yang diberikan Tuhan, dengan tanpa sedikitpun campur tangan imajinasi dan rencana manusia seperti kami, Tuhan mengirimkan sang petunjuk jalan.. J tiba-tiba ada sepeda motor yang kembali mengarah ke tempat kami berharap..haa.., dan ternyata salah satu diantara dua orang di atas sepeda tersebut adalah teman kami (Wahyu Yepes).

Karena kami masih terheran-heran, awalnya kami ngakak tak karuan sampai beberapa orang melihat kami. “Kok bisaaaaaaa...kok bisaaaaaaa....kok bisaaaaaaa” kata-kata itu yang menjadi primadona pikiran kami. Setelah itu kami yaa bersalaman..shake hand.. J

“Lohh.., awamu arep nandi Leeee..?”. Tanya wahyu.
“Gaa.., nang endi-endi.., wesss tohh awamu arep nang endi..?” Balasku.
“Nang Mas Amir..”
“Opooooo.., nang Mas Amir..? huakakakakakakaka..., emange awamu ngerti omeh.e mas Amir?”. Sahut aku dan sadam surprised dan tertawa.
“Aqw yo ga ngerti.., tapi Mas Iki ngerti”. Sambil menunjuk temannya yang dia Bonceng Tadi.

Kami pun tercengang dan kembali kami langsung berpikir bahwa ini Smart Solution dari Allah. Begitu sangat terencana karena selang beberapa menit kemudian hujan pun reda. Kini tanpa harus pusing lagi untuk muter-muter kota surabaya yang rumit karena sudah ada GPS berjalan..hee. oia sebelumnya kami masih mencari amplop buat dibawa ke pernikahan Mas Amir..haaa.., not planned well.. J

Setelah sampai di tempat resepsi sekitar jam 20:30, saya benar-benar begitu bersyukur bisa bertemu Wahyu dan Mas siapa dah lupa namanya.. J karena jalan menuju tempat resepsi itu benar-benar berbelok-belok dan luar biasa rumit.., rasanya bila Cuma aku dan si Sadam ga akan sampai ke tempat yang ingin kami tuju..haaa.. Kami pulang dari Surabaya pukul 21:15 dan sampai di Malang (Kosanku) pukul 23:15, PAS 2 JAM.. :p

Mari kita review... :)

Bayangkan bila tidak ada truk dan kontainer sepanjang jalan, perjalanan mungkin lebih lancar, tapi tetap saja tidak bisa terbayang akan sampai ke tempat tujuan bila tahu begitu meliuk-liuknya jalan menuju tempat itu.

Bayangkan bila tidak turun hujan, kami tidak akan punya pikiran buat berteduh bukan..? yuhuuu..so pasti..

Bayangkan bila pom bensin itu masih punya space buat kami berteduh.., pasti kami sudah menyelinap disana..

Bayangkan bila Wahyu tidak punya pikiran buat berteduh di sana.., betapa akan menderitanya kami..haaa

thanks God for a miracle of smart solution.. J, Karena jalan yang diberikan Tuhan tidak ada yang mengetahui.. J Kita hanya bisa bilang WAW ketika tahu bahwa itu rencana-NYA. Thanks GOD.

Selasa, 01 Januari 2013 | By: Choliday_21

Great and Undeniable


            Lebih dari setahun yang lalu.., diawali dengan kegelisahan, disertai oleh kegalauan, diikuti oleh ketidakpastian, dibuntuti oleh ketidakpercayaan, ditopang oleh kecemasan, dan disulut oleh rasa penasaran maka muncullah sekelumit pemberontakan dalam komunitas yang sebenarnya tidak berdaya namun mencoba untuk menunjukkan eksistensi kepada para pesohor. Komunitas yang beranggotakan individu-individu yang sudah cukup geram terus dipertaruhkan kesabarannya. Ada yang sudah mengeluarkan nada-nada resistansi namun ada pula yang masih terpaksa diam dan pasrah. Kalo saya termasuk orang yang terpaksa untuk pasrah dan berusaha tidak koar-koar di sosnet..:D

                Kami lulus pada bulan Oktober 2011 dengan masih bertumpuk semangat dan harapan (katanya kalo kakak tingkat itu 1 atau 2 bulan kemudian sudah mulai magang). Satu bulan, dua bulan pun berlalu, sebelum kemudian muncullah pemanggilan untuk “Psikotest”.., DAMN.., yang entah untuk apa, toh pada akhirnya semua lolos test itu. Selepas Psikotest kami pun dikembalikan lagi ke kampung halaman, menunggu..menunggu angin segar. Sampai-sampai kasur kapuk di kamar saya mirip dengan sarang ayam..bener-bener jobless.. :’( tibalah pada bulan Februari dimana kita diminta untuk menuju kota metro Jakarta..wahh apalagi ini..? –yahh katanya sih ada semacam pengarahan dari Bapak Menteri Keuangan.
Senin, 24 September 2012 | By: Choliday_21

Ibrahim Berselimut Duka


                 Hari itu, tiba saatnya dia menghirup udara kebebasan. Anak yang kini berusia 11 tahun ini kembali bisa menatap hidup yang lebih baik setelah selama 2 tahun berada di penjara. Matanya kembali bersinar, semangatnya pun telah kembali.

                  Ibrahim adalah anak satu-satunya dari sebuah keluarga sederhana yang tinggal di pemukiman hulu sungai atau lebih tepatnya pinggiran kali jakarta. Rumah serba sederhana yang mereka tempati itu juga masih berstatus kontrak. Ayahnya adalah seorang penjual sayur keliling, dengan membawa gerobak dagangan ayah Ibrahim membawa sayur mengelilingi pemukiman, biasanya setiap hari libur ibrahim ikut berkeliling menawarkan sayuran sambil memunguti rongsokan-rongsokan yang dia lihat sepanjang jalan.

             Suatu hari, saat Ibrahim pulang dari sekolah, dia mendapati kerumunan orang di rumahnya. Sesampai di dalam rumah dia melihat Ayah yang sangat dia cintai telah tewas dengan berlumuran darah dan luka bekas tusukan di bagian dada. Air mata deras mengucur dari matanya. Akhirnya Ibrahim tahu kalau ayahnya meninggal karena dibunuh oleh si tuan tanah (preman) pemukiman itu karena menolak untuk membayar kontrakan dan uang keamanan yang terlalu tinggi. Seketika itu pula Ibrahim pergi meninggalkan kerumunan. Tak ada yang mengkhawatirkannya karena semua perhatian terpusat pada jenazah Ayah Ibrahim. Ia berlari sekencang-kencangnya. Ternyata, Ibrahim kecil pergi ke tempat preman itu dengan membawa sebilah pisau dapur di tangannya..
Rabu, 19 September 2012 | By: Choliday_21

Suami untuk istriku dan Ayah untuk anakku




Beberapa bulan yang lalu saya mengunjungi rumah salah satu sesepuh dalam keluarga saya. Sebut saja namanya MURI, tentu saja bukan rekor MURI. Pak sabhik begitulah beliau biasa dipanggil oleh orang-orang di kampung saya. Setiap saya pulang kampung saya mesti mengunjungi rumah beliau, dan tidak hanya sekedar berkunjung karena setiap kali ke sana saya pasti mendapatkan ilmu yang tidak pernah saya dapatkan sebelumnya. Bukanlah tentang ilmu berhitung, ataupun pengetahuan, apalagi teknologi, melainkan ilmu dalam menatap masa depan saya untuk menjalani kehidupan, kali ini temanya berkeluarga.

Memang setiap kali saya ke sana hanya menjadi pendengar yang baik dari dongeng-dongeng historis yang beliau ucap, langsung saja inilah kisah beliau yang saya beri judul “Suami untuk istriku dan Ayah untuk anakku”,
Jumat, 07 September 2012 | By: Choliday_21

Lebih Berat


Pada suatu hari dimana manusia dibangkitkan kembali oleh Tuhan, terdapat tiga orang bersahabat yang sedang menunggu hasil kalkulasi pahala milik teman mereka.

Setelah cukup lama menunggu akhirnya malaikat pun memberitahukan hasil kalkulasi pahalanya. Orang pertama bernama Fulan, yang kedua bernama Fulin.., dan ternyata hasil kalkulasi menunjukan pahala si Fulin jauh lebih banyak dari pada si Fulan.., sontak beberapa teman yang lain heran dan protes pada malaikat:

Orang 1 : wahai malaikat.., sungguh saya melihat dan merasakan kebaikan dan kemurahan hati si Fulan kepada kita jauh lebih banyak dibandingkan si Fulin.

Selasa, 07 Agustus 2012 | By: Choliday_21

Dia, Aku, dan Kita




DIA

Dia Sebut dirinya sebagai putri Aurora, sementara aku tidak tau apa itu Putri Aurora

Dia sesuatu yang sangat sulit untuk dimiliki bahkan oleh pangeran sekali pun

Dia adalah setiap helaian sakura yang dinantikan jatuhnya oleh bumi, dan aku mendapatkannya

Dia tidak biasa dengan sesuatu yang biasa, dia inginkan yang istimewa

Dia tidak hanya satu warna, bahkan pelangi iri ingin memiliki warnanya

Dia tidak hanya terbit dari timur, dari manapun dia mampu memberi cahaya

Dunianya tidak hanya siang dan malam, ia mampu berfantasi dalam imajinasinya

Dia, bagiku Indah

Dia.......................
Rabu, 27 Juni 2012 | By: Choliday_21

They should be Special

Ketika detik berikutnya akan menjadi lara, ketika menit selanjutnya hanya menambah duka, dan ketika terbayang satu jam selanjutnya akan terpampang bencana, maka bukanlah sebuah kepasrahan melainkan ketakutan baginya untuk sekedar memimpikan hari esok.

Hidupnya seolah memikul godam sejak usianya masih 5 tahun, bukanlah sebuah penyakit ganas yang menyerang tubuhnya, namun lebih dari itu dia kehilangan kebebasan hati dan pikirannya untuk melangkah jauh sesuai inginnya. Tami bagaikan kereta yang mau tidak mau harus berjalan sesuai alur yang telah ditentukan. Adalah orangtuanya yang menentukan kemana arah rel yang harus dilalui gadis cantik ini. Saat dia tertarik dengan sebuah cahaya di jalur yang berbeda ia harus mampu menahannya, semua dilakukan untuk orang tuanya, lebih tepatnya karena rasa takut pada mereka.
Jumat, 15 Juni 2012 | By: Choliday_21

Tuhan Maha Cinta - Bagian I


Bagian 1
Duka di Konstantinopel Baru


Permadani senja telah menganga bak menumpahkan tinta biru pada sebuah kanvas luas bernama langit. Tak lagi ada bintang mengintip di balik gelap yang garang. Kini langit telah memamerkan kecantikan-Nya, tak terlihat segumpal awan pun hanya segerombolan burung camar yang hijrah menuju pantai istanbul bersenandung menyambut datangnya Juli. Angin yang riuh bersemangat mulai membawa aroma wangi tanah istanbul yang semalam untuk pertama kali diguyur hujan tahun ini. Inilah saat yang tepat untuk melemparkan senyum lebar kepada kota islam yang cantik, konstantinopel baru, Istanbul.
Selasa, 05 Juni 2012 | By: Choliday_21

Maafkan Aku Ayah

   Aku cukup merasa terbang saat melihat nilai rapot yang menyampaikan senyum lebar padaku. Meski bukanlah juara kelas saat itu, namun aku yakin nilai-nilai itu sudah cukup membuatku menjadi primadona di hati ayah dan ibu.., toh nilaiku cuma selisih 2 angka dari juara kelas. Momen ini pas sekali dengan saat-saat liburan, aku bisa memanfaatkan ini untuk membujuk ayah agar mengijinkanku ikut traveling naik motor ke kota malang untuk membeli buku-buku SNMPTN karena dibandingkan dengan di daerahku harga di malang bahkan sampai setengah kali harga di pamekasan.

     Kusampaikan rapot berwarna biru itu pada ayah. Dengan bangganya aku nyerocos di depannya mendeskripsikan setiap detil nilai yang kudapat, tak sia-sia aku belajar sampai larut. Ayah pun mengangguk-angguk bangga. “Inilah saat yang tepat mengatakannyanya”. Pikirku.
Selasa, 29 Mei 2012 | By: Choliday_21

Something Happened Today Episode II



(Sabtu, 26 Mei 2012)


Sesuatu di hari ini. Kali ini adalah seputar WTS.
Suara khas dari dapur tetangga membangunkanku pagi ini. Suara sodet yang berbenturan dengan permukaan wajan berulang kali terdengar, belum lagi suara minyak goreng yang mulai memanas layaknya seruan-seruan para demonstran yang ricuh. Jadi wajar kalau saya pun bangun dari tidur untuk yang kedua kalinya pagi ini (habis subuh tadi soalnya tidur lagi..hee..capek boss).
Kulihat jam di hape NOKIA 1202 milikku. 05:47 Terlihat. Teringat bahwa hari ini saya menanggung janji untuk membantu salah seorang seniorku menyiapkan acara syukuran atas rumah barunya. Kuputuskan mencuci beberapa pakaian sebelum dia menjemput. “kinclong..kinclong..”
Jumat, 25 Mei 2012 | By: Choliday_21

Cerpen Remaja “Dunia Baru, Teman Baru”


Sore yang hangat di kota hujan, Bogor. Matahari menyampaikan salam kehangatan dari sang pecipta melalui sinarnya. Titik-titik air masih berjatuhan dari dedaunan yang siang tadi mercumbu dengan derasnya hujan. Beberapa anai-anai pun mulai beterbangan mengendarai angin yang lembut menyapa hamparan bumi. Waktu yang tepat untuk menikmati ketenangan, berbisik dan bercanda dengan diri sendiri, itulah yang dilakukan oleh Asma sore itu. Dengan samar Melantunkan lagu dari balik bibirnya.., sesekali melirik mencuri pandang ke arah burung-burung yang bermain dihamparan halaman berumput tempat kosnya.

Cerpen Remaja “Terimakasih Asma”

Aroma subuh telah terhendus oleh Tiar, dan telah terlaksana pula kewajiban mengisi buku absensi para Malaikat untuk menuntaskan pertemuan batin denganNya. Dia lanjutkan dengan membaca dua surat Al-Qur’an. Arrohman dan Al-waqi’ah menjadi lantunan terindah menyambut harinya. Pagi akan menjadi sempurna baginya setelah mensyukuri setiap nikmat yang telah nikmat terasa. “Alhamdulilah”. Sebuah rasa syukur di hatinya.
Mentari mewakilkan cahayanya untuk menembus ke dalam permadani. Pagi siap menyambut makhluk-Nya dengan kehangatan. Tiar menuju ruang tengah dengan membawa koran Jawa Pos di tangannya.
Benar saja telah tersaji dengan menarik teh dan roti di atas meja. Terlihat Asma sedang memegang Hand Phone milik Tiar yang tertinggal di meja depan. Asma sedang membaca sesuatu di Hape itu.

Kamis, 10 Mei 2012 | By: Choliday_21

“AKU SAKINAH”

 
Semakin bertambah usia langit dan bumi, dinamika cuaca semakin tak bisa di duga oleh kemampuan daya pikir makhlukNya. Alam pun tak mampu lagi menjanjikan dinginnya hujan untuk mengirimkan aroma bumi yang kering ke penciumanku. Tak peduli dengan do’a makhluk bumi yang mulai merindukan sentuhan titik-titik air dari kuasaNya. Sore itu, masih saja terasa hangat meski merahnya sang mega mulai muncul di ufuk barat mengantarkan mentari yang akan segera pulang ke sarangnya, seakan mengirimkan sinyal kekuasaan dari sang pencipta.
Minggu, 25 Maret 2012 | By: Choliday_21
Butterflies in LOVE




"Nyimut"
Apapun yang aku rasakan, apapun yang kulakukan, dan apapun yang ku pikirkan. itu semua hanya tentang kamu, dan hanya kamu ...!
Dan kau hadir merubah segalanya menjadi lebih indah..!

Ƹ̵̡Ӝ̵̨̄Ʒ *suatu hari seekor kupu2 bernama mumutt trbang sndiri.., tiba2 lgit pun memuntahkan hujan yg deras..., mumut yg klelahan pun hmpir tk berdaya menahan guyuran air langit itu...

εїз tiba2 trdgar pggilan dri seekor kupu2 lgi...

εїз: "mzz.., ksni mz ksni aman.." (dbwh phon asem)

duarrrrrr... ۶̿۶̿۶̿۶̿۶̿۶̿۶̿۶̿۶̿۶̿۶̿۶̿۶̿۶̿۶̿., suara petir mulai menyaingi tiap titik hujan yang mengetuk helaian daun kering diatas tanahh..

*
Ƹ̵̡Ӝ̵̨̄Ʒ dgn susah pyah mumut mgepakkan syapnya yg rapuh mlwan kerasnya hujan.., akhirnya dia smpai ke bwah phon asem itu..

Rabu, 08 Februari 2012 | By: Choliday_21

“Permata yang Pergi”


“Permata yang Pergi”
(TIAR)
                Seberkas cahaya mulai mengintip dibalik awan mendung yang baru saja mengantarkan guyuran hujan ke petakan tanah yang kering. Hangatnya sinar yang mencoba untuk menyelinap menembus barisan daun mulai menerpa ke arah pipi tiar yang sedang tidur kelelahan. Cahaya itu menyilaukan matanya, dan tersadar bahwa dia sejak tadi tertidur di depan kos. Beberapa saat kemudian seorang pahlawannya datang. Pak pos yang sudah kenal akrab dengan dirinya mengantarkan surat balasan dari keluarganya di kampung.
                “Tidak mampir dulu Pak Slamet..?”. kata Tiar
                “Wahh.., gara-gara hujan ini tugas saya belum terselesaikan Mas.., lain kali saja yaa..”. Terburu-buru pergi.