Rabu, 04 Desember 2013 | By: Choliday_21

"CANGAR", Dingin tapi Panas

Haloooooo...! Selamat pagi..!! ini adalah tulisan tentang perjalanan saya ke Pemandian Air Panas di Cangar. Meskipun sudah 2,5 tahun berada di Malang saya belum pernah sekalipun menyentuh yang namanya cangar ini, dan akhirnya kali ini berhasil juga touched down di pemandian air panas yang konon airnya memiliki ribuan, ratusan, puluhan, atau pun berapa sajalah manfaat.

Foto di perjalanan menuju Cangar
Yak langsung saja. Saya dan teman saya (Rahmat) berangkat dari daerah blimbing, Arjosari sekitar jam 06:00 WIB. Kata Rahmat sih biar ga rame pas kita sampai di cangar, menurut teman saya ini lokasinya bisa ditempuh sekitar 30 menit. Jalan menuju cangar memang berliku tajam dan bila tidak konsen bisa langsung disantap oleh mulut jurang yang lumayan sangat curam banget sekali. Namun, meski cukup ngeri buat saya, pemandangan menuju lokasi memang begitu khas daerah perkebunan dengan hujaunya pucuk bukit-bukit (bukit apa gunung ya) yang ditanami berbagai jenis sayuran. Sedikit mengarahkan pandangan ke atas akan terlihat awan-awan yang seolah bercumbu dengan pucak pegunungan. yang luar biasa adalah dinginnya udara disana apalagi kita berangkatnya kan "Ke"-pagian.

Hal yang menarik pas kita ke Cangar adalah kita tidak tahu dimana pintu utama menuju kolam pemandiannya. Akibatnya kita pun sampai kelewatan, kita terus saja berjalan sampai melewati lika liku jalan dengan banyak tanaman di samping kanan kiri, juga terdapat monyet liar di pinggir jalan yang kita kasih julukan sintus. Sampai pada suatu lokasi kita mulai berpikir “Ini bener jalan ke ga cangar sih?” akhirnya kita putuskan untuk berhenti dan menunggu mungkin saja ada orang yang lewat, dan benar saja beberapa menit kemudian ada seorang bapak paruh baya lewat dengan membawa karungan sayur di sepeda motornya. Setelah kami tanya ternyata benar kita telah berjalan terlalu jauh..hal itu membuat kita geleng-geleng kepala dan tertawa..

Akhirnya kami pun balik kanan, kali ini kami mengendarai dengan santai karena sudah capek juga..hee.. hal yang kami syukuri dari hal ini adalah karena akhirnya kami bertemu dengan sebuah coban (Air Terjun), walau pun waktu itu palang pintunya ditutup namun kami putuskan saja untuk masuk dan memarkir motor di luar palang pintu. Terdengar suara gemercik air yang jatuh dari atas gunung. Kami mencoba mencari letak air terjun itu akhirnya setelah turun pada beberapa anak tangga air terjun pun sudah terlihat.

Pikiran kita mulai dirasuki rasa takut karena melihat lokasi air terjun yang masih luarbiasa sepi, hanya suara serangga air yang kita dengar beserta kicauan burung yang berdendang bersama teriakan monyet. Kami pikir air terjun itu telah ditutup karena mungkin pernah terjadi kecelakaan atau pernah ada yang mati disana..haaa..akhirnya kami hanya berpose saja di atas anak tangga dan menikmati indahnya air terjun dari kejauhan..wkwk. selanjutnya, kita balik kanan dan meneruskan perjalanan ke tujuan utama kita, Pemandian Air Puanaaas, Cangar.

$#^$&^$%, tibalah kita di Cangar. Dengan mengeluarkan duit 16 ribu untuk 2 orang + parkir kita sudah bisa menikmati air panas alami di sana. Pertama nyebur ke kolamnya, arrrgghhh panas banget rasanya, tapi lama-lama juga biasa jadi kayak teh hangat J. Banyak orang yang sengaja membawa kain kecil ataupun batu kecil untuk menggosok badan mereka (pengen puteeehh kali yaaakk).

Ide brilian dari teman saya si Rahmat untuk membeli Tape ketan Hitam dan menyantapnya sambil berendam di air panas..Nikmat choyy kayak lagi masage saja (kayak pernah tau masage saja yaakk.. J).

Setelah cukup lama berendam di air panas, kita beralih ke kolam renang yang airnya juga hangat. Memang enak dah berenang di sana, badan terasa lama capeknya meskipun bolak-balik berenang. Beberapa saat kemudian turun hujan, air hujan yang turun membuat terciptanya kabut yang tebal disana, suasana di sana menjadi tambah keren dengan kabut itu. Sekitar pukul 11:30 WIB kita pulang.

Itu aja dehh ceritanyaaa.., terimakasihh..

Ini nihh hasil jeprett jepreettnya.. :D

Keren Kannnnn

Mentarinya melotot

Road to Cangar

Road to Cangar
Ini yang punya blog, tiba di Coban Watu ondo


Bang Rahmat

Kayak orang kencing yakkk

Ini nampang yang punya blog
Hee..fotonya dari kejauhan
Ini Kolam Pemandian Air Panas

Lumayan sepi masih pagi

Rehat sejenakkkkk

Kolam Renang air "Anget"

Mulai berkabut habis hujan


Sekian dulu yaa ceritanya, terimakasih..:)



3 komentar:

dian dendon mengatakan...

Sudah saya duga, pasti ada foto sang pemilik blog. Iuh :v
eh hutangmu bayaren..

Choliday_21 mengatakan...

terimakasih komennya yaaa..., masa mau masang foto orang yg g ikottt.. :p
Hutang ap y lupa yaa.. :p

dian dendon mengatakan...

Gausah dipasang foto kalee :p
hehe hampir lunas utangnya..

Posting Komentar