“Pertemuan Pertama”
(Asma)
“Untuk ketiga kalinya secara beruntun kampus kita memenangkan lomba nasional ini, dan dengan bangga atas prestasi tersebut marilah kita sambut juara nasional kita...., kepada Asma’ul Husna dimohon untuk naik ke atas mimbar”. Kemenangan lomba Nasional itu diumumkan di gedung utama fakultas Ekonomi.
Asma membagi kesan-kesannya sebelum dan setelah 2 kali menjuarai lomba Nasional ini meneruskan prestasi kakak tingkatnya. Asma merasa terhormat berdiri di atas mimbar dengan menyandang prstasi tersebut. Acara tersebut dilanjutkan dengan terpilihnya kembali Asma sebagai mahasiswa terbaik fakultas Ekonomi.
Masa perkuliahan telah berakhir, sebagian besar mahasiswa memutuskan untuk pulang ke kampung halaman mengisi libur yang cukup panjang bersama keluarganya. Begitu pula Asma, rasa rindu terhadap keluarganya di Madura akhir-akhir ini telah menggodanya untuk pulang.
Kepulangannya kali ini akan membawa hadiah spesial untuk keluarganya di Madura. Dengan kemenangan 2 lomba tingkat nasional di bidang ekonomi, dan terpilih sebagai mahasiswi terbaik Fakultas Ekonomi akan menjadi salah satu pengobat rindu bagi keluarganya, belum lagi hadiah lain yang dia beli dari hasil memenangkan beberapa lomba. Sebagai mahasiswi berprestasi Asma kini tak perlu meminta kiriman uang dari orangtuanya, tentu saja banyak tawaran beasiswa mengalir untuknya.
“Inilah duniaku”. Pikirnya meng-iyakan kebenaran ucapan ayahnya saat meminta Asma memendam mimpinya di kedokteran dan memilih Ekonomi Syari’ah IPB.
Mahasiswi yang masih di tingkat 2 IPB ini menjadi salah satu buah bibir di kalangan kampus. Asma menjadi terkenal di kalangan dosen dan mahasiswa di sana apalagi setelah menjuarai 2 lomba tingkat nasional tersebut.
“Asma, elo kemana aja gue cari dari tadi ga ketemu-ketemu..??”. Seorang mahasiswa menghampiri Asma yang sedang duduk di samping gedung.