Jumat, 26 April 2013 | By: Choliday_21

A Dream of Wedding


Selama 21 tahun lebih saya hidup sudah tak terhitung dan tak terekam di memori berapa kali saya bermimpi, mulai dari mimpi horor, mimpi yang sangat menyenangkan, mimpi panas, mimpi dingin, mimpi hitam, mimpi putih, mimpi kering, bahkan mimpi basah..(cowok-only) heee.., nah ceritanya nih yee semalam aku mimpi (24-25/04/2013), baru pertama kali ni anee mimpi yang kayak ginian, bingung banget saat terbangun dari tidur dan hanya menyadari bahwa itu hanya mimpi sambil tersenyum aneh saat liat jam tangan menunjukan pukul 02:00 WIB.

Damnnn confusing...! Nahh, sebelum tidur emang saya bilang sama si “dia”. “Ehh.., malem ini aku mau mimpiin kamu”. Sekitar jam 9 malem kayaknya aku udah Off dan menuju dunia tidurku. Jrenggg..jreengg dimulailah petualangan dunia mimpiku.
Senin, 22 April 2013 | By: Choliday_21

Corat-coret Kerja

Kerja. Bila saya melihat definisi dari kerja itu sendiri memang saya memahaminya dengan pengertian melakukan sesuatu atau pun memikirkan sesuatu yang pada puncaknya ada sebuah hasil sebagai akibat dari kerja itu sendiri, apa yang kita lakukan..? yang kita lakukan adalah sebuah “pekerjaan” yang bila kita definisikan lebih lanjut hal itu adalah “semua kata kerja”, membaca, membuang, menangis dll. Bila melihat dari definisi sederhana diatas “melakukan sesuatu”, itu artinya tidak ada satu pun seseorang di dunia ini yang tidak memiliki pekerjaan. Hal-hal yang sederhana, membaca, menulis, makan, minum, buang sampah, mengaji, dll. Hanya saja yang menjadi titik acuan publik bahwa bekerja itu melakukan sesuatu dan menghasilkan sesuatu serta hasil tersebut bisa diukur dengan materi/uang. Apakah mereka salah..?


Tentu saja kita tidak bisa menyalahkan manusia yang memang memiliki motivasi tersendiri dalam hidup mereka. Namun motivasi pada diri kita hendaknya mendapat asupan-asupan berupa kontrol diri, karena motivasi yang berlebihan yang tidak didampingi dengan kontrol diri sangatlah berdekatan dengan keserakahan, sementara keserakahan berada pada bibir ketidakadilan, ada hak dan kewajiban yang akan timpang nantinya. 
Kamis, 11 April 2013 | By: Choliday_21

Kembalinya Menulisnya

Assalamu’alaikum.., Assalamu’alaikum.., Assalamu’alaikum... J

Salam tenagaHATI, 

Sungguh sangat begitu terasa lama banget sekali tidak mengutak-atik blog ini. Hari-hari yang sibuk dan tentunya tetap penuh dengan pelajaran dan pengalaman. Rangkaian diklat yang begitu beruntun membuat kekasih ketiga saya ini terabaikan. Tiba saatnya saya menyapa dan kembali memberi sentuhan-sentuhan verbal kepada tenagaHATI sebagai Laporan terupdate kondisi luar dan dalam saya kepada tenagaHATI. 

Selasa, 15 Januari 2013 | By: Choliday_21

GOD's Smart Solution


Karena Allah yang mengatur. Sebuah kejadian yang God Planned banget. Hari Sabtu, 12 Januari 2013. Sore itu saya dan teman saya (Sadam Febriansyah) dengan modal Nekat dan Niat memutuskan untuk menghadiri undangan walimahan salah satu rekan kami di Surabaya J. Dengan hanya sebaris tulisan “Griya Kebaron Utara IX AN-17, Karang Pilang, Surabaya” kami meluncur dari kota malang dengan sepeda motor MIO ab*l-ab*l milik Sadam (maaf Dam..hee) sementara kami sama-sekali buta peta surabaya yang luar biasa rumit.

Kami berangkat sekitar jam 17:15 WIB. Baru satu kilometer meluncur dari Arjosari kami langsung disambut kemacetan, truck dan kontainer adalah pemerannya. Sesaat aku bertanya pada Sadam...”gimana kalo nyampenya ga jam 7..?”...”wahh gapapa Ad, toh paling acaranya sampe jam 9-an”. Jawab sadam meyakinkan. Memang estimasi awal kita Malang-Surabaya ga sampe 2 jam by Motorcycle.

Greenggg...weenggg.., kami terus semangat dan masih melawan kemacetan. Aktor ketiga mulai memberi ancaman, titik-titik air mulai menempel di kaca helm kami tapi entah mengapa kami tidak berpikiran bahwa hujan akan turun jadi kami tetap melanjutkan perjalanan, sesaat aku berkata pada sadam “semoga laju hujannya lebih cepat dari laju sepeda motor kita ke arah surabaya” karena sampai saat itu kami hanya mencicipi rintik-rintik butiran sisa hujan. Sampai sekitar 5 km setelah itu hujan pun akhirnya menunjukan ancamannya..byurrrrrrrr..

“Damn, kamu ada jas hujan ga..?” tanyaku
“Ada fuu.., tapi Cuma satu jas hujan egois.. L”.

Tidak ada pilihan lain kami pun mencari tempat berteduh.., sadam mulai bermanufer ke arah pom bensin.., setelah masuk pom bensin ternyata oohhh shitttt pom bensinnya elek-elek.an, ga ada lagi tempat berteduh..fullll L, “Ayooo terus damm lanjut cari tempat lain” Kataku dari belakang. Akhirnya sadam bermanufer ke arah emperan toko yang sudah tutup..langsung kami turun dari motor dan mulai membersihkan air yang bertengger di jaket yang kami pakai.. J, setidaknya kami mulai merelaksasikan bokong dan punggung kami yang mulai capek..haa., karena niat kami memang untuk datang dan harus sampai meski tidak tahu what challenge will be the next.

Setelah beberapa menit, kami masih menunggu hujan pergi dengan penuh harap. “Weeeennnggg” sebuah sepeda motor melaju ke arah kami ingin berteduh di emperan toko juga, sebenarnya bukan berteduh sih tapi Cuma mau pake jas hujan saja. Setelah waktu yang tidak lama kemudian..haa, Inilah dia, sebuah SMART SOLUTION yang diberikan Tuhan, dengan tanpa sedikitpun campur tangan imajinasi dan rencana manusia seperti kami, Tuhan mengirimkan sang petunjuk jalan.. J tiba-tiba ada sepeda motor yang kembali mengarah ke tempat kami berharap..haa.., dan ternyata salah satu diantara dua orang di atas sepeda tersebut adalah teman kami (Wahyu Yepes).

Karena kami masih terheran-heran, awalnya kami ngakak tak karuan sampai beberapa orang melihat kami. “Kok bisaaaaaaa...kok bisaaaaaaa....kok bisaaaaaaa” kata-kata itu yang menjadi primadona pikiran kami. Setelah itu kami yaa bersalaman..shake hand.. J

“Lohh.., awamu arep nandi Leeee..?”. Tanya wahyu.
“Gaa.., nang endi-endi.., wesss tohh awamu arep nang endi..?” Balasku.
“Nang Mas Amir..”
“Opooooo.., nang Mas Amir..? huakakakakakakaka..., emange awamu ngerti omeh.e mas Amir?”. Sahut aku dan sadam surprised dan tertawa.
“Aqw yo ga ngerti.., tapi Mas Iki ngerti”. Sambil menunjuk temannya yang dia Bonceng Tadi.

Kami pun tercengang dan kembali kami langsung berpikir bahwa ini Smart Solution dari Allah. Begitu sangat terencana karena selang beberapa menit kemudian hujan pun reda. Kini tanpa harus pusing lagi untuk muter-muter kota surabaya yang rumit karena sudah ada GPS berjalan..hee. oia sebelumnya kami masih mencari amplop buat dibawa ke pernikahan Mas Amir..haaa.., not planned well.. J

Setelah sampai di tempat resepsi sekitar jam 20:30, saya benar-benar begitu bersyukur bisa bertemu Wahyu dan Mas siapa dah lupa namanya.. J karena jalan menuju tempat resepsi itu benar-benar berbelok-belok dan luar biasa rumit.., rasanya bila Cuma aku dan si Sadam ga akan sampai ke tempat yang ingin kami tuju..haaa.. Kami pulang dari Surabaya pukul 21:15 dan sampai di Malang (Kosanku) pukul 23:15, PAS 2 JAM.. :p

Mari kita review... :)

Bayangkan bila tidak ada truk dan kontainer sepanjang jalan, perjalanan mungkin lebih lancar, tapi tetap saja tidak bisa terbayang akan sampai ke tempat tujuan bila tahu begitu meliuk-liuknya jalan menuju tempat itu.

Bayangkan bila tidak turun hujan, kami tidak akan punya pikiran buat berteduh bukan..? yuhuuu..so pasti..

Bayangkan bila pom bensin itu masih punya space buat kami berteduh.., pasti kami sudah menyelinap disana..

Bayangkan bila Wahyu tidak punya pikiran buat berteduh di sana.., betapa akan menderitanya kami..haaa

thanks God for a miracle of smart solution.. J, Karena jalan yang diberikan Tuhan tidak ada yang mengetahui.. J Kita hanya bisa bilang WAW ketika tahu bahwa itu rencana-NYA. Thanks GOD.

Selasa, 01 Januari 2013 | By: Choliday_21

Great and Undeniable


            Lebih dari setahun yang lalu.., diawali dengan kegelisahan, disertai oleh kegalauan, diikuti oleh ketidakpastian, dibuntuti oleh ketidakpercayaan, ditopang oleh kecemasan, dan disulut oleh rasa penasaran maka muncullah sekelumit pemberontakan dalam komunitas yang sebenarnya tidak berdaya namun mencoba untuk menunjukkan eksistensi kepada para pesohor. Komunitas yang beranggotakan individu-individu yang sudah cukup geram terus dipertaruhkan kesabarannya. Ada yang sudah mengeluarkan nada-nada resistansi namun ada pula yang masih terpaksa diam dan pasrah. Kalo saya termasuk orang yang terpaksa untuk pasrah dan berusaha tidak koar-koar di sosnet..:D

                Kami lulus pada bulan Oktober 2011 dengan masih bertumpuk semangat dan harapan (katanya kalo kakak tingkat itu 1 atau 2 bulan kemudian sudah mulai magang). Satu bulan, dua bulan pun berlalu, sebelum kemudian muncullah pemanggilan untuk “Psikotest”.., DAMN.., yang entah untuk apa, toh pada akhirnya semua lolos test itu. Selepas Psikotest kami pun dikembalikan lagi ke kampung halaman, menunggu..menunggu angin segar. Sampai-sampai kasur kapuk di kamar saya mirip dengan sarang ayam..bener-bener jobless.. :’( tibalah pada bulan Februari dimana kita diminta untuk menuju kota metro Jakarta..wahh apalagi ini..? –yahh katanya sih ada semacam pengarahan dari Bapak Menteri Keuangan.
Selasa, 25 September 2012 | By: Choliday_21

UN, LESS, UNLESS



1. UN

UN- adalah salah satu prefix (awalan). Prefix Un- dapat diimbuhkan pada Adjective ataupun pada Verb. Prefix un- tidak mengubah kelas kata. Bila un- diimbuhkan pada adjectives, maka kata un-adjectives tersebut tetap adjectives, dan bila un- diimbuhkan pada verbs, maka un-verbs tersebut tetap verbs.

Contoh:
Adjectives
Adjectives
Verbs
Verbs
fair
lucky
fortunate
happy
aware
usual
common
conscious
stoppable
believable
avoidable
forgettable
just
stable
comfortable
bearable
forgivable
predictable, etc
unfair
unlucky
unfortunate
unhappy
unaware
unusual
uncommon
unconscious
unstoppable
unbelievable
unavoidable
unforgettable
unjust
unstable
uncomfortable
unbearable
unforgivable
unpredictable, etc
do
lock
bend
couple
fasten
leash
wrap
cover
fold
tie, etc
undo
unlock
unbend
uncouple
unfasten
unleash
unwrap
uncover
unfold
untie, etc
A.    Pada adjectives, prefix un- memberi makna not pada adjectives tersebut. Misalnya:
Senin, 24 September 2012 | By: Choliday_21

Ibrahim Berselimut Duka


                 Hari itu, tiba saatnya dia menghirup udara kebebasan. Anak yang kini berusia 11 tahun ini kembali bisa menatap hidup yang lebih baik setelah selama 2 tahun berada di penjara. Matanya kembali bersinar, semangatnya pun telah kembali.

                  Ibrahim adalah anak satu-satunya dari sebuah keluarga sederhana yang tinggal di pemukiman hulu sungai atau lebih tepatnya pinggiran kali jakarta. Rumah serba sederhana yang mereka tempati itu juga masih berstatus kontrak. Ayahnya adalah seorang penjual sayur keliling, dengan membawa gerobak dagangan ayah Ibrahim membawa sayur mengelilingi pemukiman, biasanya setiap hari libur ibrahim ikut berkeliling menawarkan sayuran sambil memunguti rongsokan-rongsokan yang dia lihat sepanjang jalan.

             Suatu hari, saat Ibrahim pulang dari sekolah, dia mendapati kerumunan orang di rumahnya. Sesampai di dalam rumah dia melihat Ayah yang sangat dia cintai telah tewas dengan berlumuran darah dan luka bekas tusukan di bagian dada. Air mata deras mengucur dari matanya. Akhirnya Ibrahim tahu kalau ayahnya meninggal karena dibunuh oleh si tuan tanah (preman) pemukiman itu karena menolak untuk membayar kontrakan dan uang keamanan yang terlalu tinggi. Seketika itu pula Ibrahim pergi meninggalkan kerumunan. Tak ada yang mengkhawatirkannya karena semua perhatian terpusat pada jenazah Ayah Ibrahim. Ia berlari sekencang-kencangnya. Ternyata, Ibrahim kecil pergi ke tempat preman itu dengan membawa sebilah pisau dapur di tangannya..