Senin, 30 Juli 2012 | By: Choliday_21

Aku dan Ramadhan 1433 H


Lama gak posting jadi bingung juga mau posting apa...heee..., tapi kebetulan ini Ramadhan yahh sedikit berbagi bagaimana Ramadhan kali ini bagi saya..hee..

Alhamdulilahh Ramadhan telah menyinari hati kita.., saatnya ajang perlombaan untuk meraih kebaikan dimulai, memperebutkan hadiah fitrih dari Allah SWT. Ramadhan 1433 Hijriah kali ini semoga menjadi lumbung pahala kita untuk disetorkan pada Allah SWT. saat yaumul Hisab nanti..Amin..

Seperti beberapa tahun sebelumnya Ramadhan 1433 Hijriyah kali ini di Indonesia masih menghadirkan perbedaan penentuan awal Ramadhan. Sebagian orang memiliki keyakinan untuk berpuasa pada Hari Jum’at 20 Juli 2012, sebagian yang lainnya berkeyakinan untuk berpuasa di hari Sabtu, 21 Juli 2012. Sebenarnya saya dan mungkin beberapa atau mungkin semua orang merindukan suasana kekompakan dalam memulai 1 ramadhan, karena bagaimana pun juga kurang hikmat bila dalam satu negara, satu kota, satu desa, bahkan dalam satu keluarga nantinya merayakan Idul Fitri dalam waktu yang berbeda. Namun, demi sebuah keyakinan diri terhadap agama, kita memang tidak perlu mempermasalahkan hal ini.

Bagi saya Ramadhan kali ini memiliki suasana hati baru yang sebenarnya tidak saya inginkan, namun mungkin inilah lumbung indah yang lain bagi saya. Karena sesuatu, saya harus menghabiskan 90% bulan Ramadhan saya di tanah perantauan, Malang. Tentu saja menjalani puasa tidak bersama keluarga cukup membuat saya rindu suasana berpuasa di rumah.

*Saat sahur ibu biasanya membangunkan saya ketika makanan sahur telah siap tersaji di meja makan. Mata saya masih sipit dan sulit terbuka sehingga saat bangun pun masih letoy.., menuju kamar mandi, cuci muka. Aneh memang, biasanya saat sahur itu males banget memaksa makanan masuk ke dalam mulut saya (soalnya masih ngantuk dan pengen bobok lagi, sementara saat paginya timbul perasaa), saya pun sering masih tertidur juga saat makan sahur..hee.., dan ibu pun biasanya mengagetkan sayaaa... ”hooooaaoooyy”., aku pun terbangun dan tersenyum males sambil memaksakan untuk mnyantap makanan.

*Saat berbuka puasa, biasanya aku dan ayah nonton TV sementara ibu menyiapkan menu buka puasa. Sambil bersenda gurau dengan ayah tak terasa adzan maghrib pun berkumandang.., biasanya semua makanan ditawarkan kepadaku oleh ayah..., “yang ini nak, yang ini, yang itu..?”. ayah tidak akan mulai buka puasa sebelum saya mengambil menu buka puasa si atas piring saya..heee...manja... :-P

Suasana seperti itulah yang tidak saya dapatkan saat ini. Hanya sebuah tempat berteduh berukuran 2x3,5 meter bernama “kamar kos” yang sediakan senyuman menyambutku setiap hari. Ayah, Ibu, Aku rindu kebersamaan kita dalam Ramadhan.., salam takdim dari lubuk hati.., sampai jumpa kembali menjelang Idul Fitri Nanti...
 Seperti apapun suasana puasa Ramadhan harus tetap kita syukuri, harus tetap dijalani dengan penuh tanggung jawab dan suka cita mengisi lumbung kita dengan pahala-pahala melimpah sang Ramadhan. Sungguh keadaan yang saya dan anda alami tidaklah sebanding bila kita menjelajah ke alam yang lebih luas di sekitar. Di sana kita akan melihat mereka menjalani Ramadhan dengan suasana dan kondisi yang lebih tidak hikmat. Sebagian dari mereka mungkin bahkan harus menjalani tanpa orang tua yang lebih dulu wafat, sebagian pula menjalani dengan keterbatasan baik keterbatasan finansial maupun keterbatasan fisik karena sakit, sebagian dari mereka justru tidak bisa sahur dan buka puasa bila tanpa uluran kebaikan orang lain, bahkan mereka yang di timur tengah di sana harus menjalani Ramadhan dengan suasana mencekam kawasan peperangan..., maka sudah sepantasnya kita bersyukur.. 


Silahkan para pembaca menyimak beberapa Hadits tentang Ramadhan berikut sebagai tambahan pengetahuan dan pengetuk hati kita untuk lebih bersinar lagi menjalani Ramadhan... J

1. Barangsiapa berpuasa Ramadhan dengan keimanan dan mengharap pahala (keridhoan) Allah, maka diampuni dosa-dosanya yang terdahulu. (HR. Bukhari)

2. Bau mulut seorang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah pada hari kiamat dari harumnya misik (minyak wangi paling harum di dunia). (HR. Bukhari)

3. Manusia tetap berkondisi baik selama mereka tidak menunda-nunda berbuka puasa. (HR. Bukhari)

4. Barangsiapa tidak dapat meninggalkan ucapan dan perbuatan dusta (waktu berpuasa) maka Allah tidak membutuhkan lapar dan hausnya. (HR. Bukhari)

5. Barangsiapa shalat malam pada malam Lailatul Qodar dengan keimanan dan harapan pahala dari Allah maka akan terampuni dosa-dosanya yang terdahulu. (HR. Bukhari)

6. Barangsiapa memberi makan kepada orang yang berbuka puasa maka dia memperoleh pahalanya, dan pahala bagi yang (menerima makanan) berpuasa tidak dikurangi sedikitpun. (HR. Tirmidzi)

7. Tidaklah termasuk kebajikan orang yang tetap berpuasa dalam perjalanan (musafir). (HR. Bukhari)

8. Barangsiapa berpuasa Ramadhan (penuh) lalu diikuti dengan berpuasa enam hari dalam bulan Syawal maka dia seperti berpuasa seumur hidup. (HR. Muslim)



Sekian saja, meskipun masih banyak sesuatu yang unik dari Ramadhan kita, Salam tenagaHATI

4 komentar:

dian dendon mengatakan...

Agguuh partajeh mun ka emmad reh.. So suwit. Sabar mo, jgn letoy trus :D

Choliday_21 mengatakan...

hahahahahhahaa...
mkasihhhh mooooo..
kamu jeh letoyy...
postingannya ditunggu..!!

dian dendon mengatakan...

Yutt

Choliday_21 mengatakan...

bweeeeekkkkkkkkk

Posting Komentar